Museum Radya Pustaka Surakarta
Infonesolo - Museum Radya Pustaka adalah museum tertua di Indonesia. Museum yang berdiri pada tanggal 28 Oktober 1890 Masehi atau pada hari Selasa Kliwon tanggal 15 Maulud 1820 Ehe (tahun Jawa) ini terletak di Jalan Slamet Riyadi, Kompleks Sriwedari, Kota Surakarta (Solo). Tak banyak orang yang mengetahui tentang museum yang menyimpan benda-benda peninggalan sejarah Kraton Surakarta dan kebudayaan Jawa ini.

Begitu masuk dengan membayar biaya Rp. 2500,00 per orang, di teras gedung kita akan menemukan koleksi arca dan meriam serta beberapa batu peringatan ulang tahun museum ini. Ada 3 ruang utama pada gedung ini. Di ruang pertama kita akan menemukan patung Sosrodiningrat IV sang pendiri museum tepat berada di depan pintu masuk. Di ruang utama ini kita akan menemukan berbagai macam koleksi wayang. Ada wayang gedhog, wayang purwo, wayang krucil, wayang golek, topeng, dan koleksi senjata.


Menyusuri lorong yang menghubungkan ruang pertama dengan ruang kedua, pada ruang sisi kiri kita akan menemukan ruangan dengan berbagai koleksi piring, gerabah, dan sebuah piala porselen yang merupakan hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Sri Susuhunan Paku Buwana IV.


Pada ruang di seberangnya, kita akan menemukan berbagai koleksi senjata pusaka berupa tombak dan keris, serta almari penyimpan keris. Di ruangan ini kita juga akan menemukan miniatur rumah-rumah penduduk pada jaman dahulu kala, mulai dari rumah rakyat biasa yang terbuat dari gedhek (anyaman bambu) hingga rumah pejabat berbentuk joglo.


Masuk lebih dalam kita akan menemukan ruang perpustakaan yang menyimpan berbagai koleksi buku sejarah dan di seberangnya terdapat ruangan yang ditutup di mana di dalamnya terdapat koleksi Relung Rambut Budha yang terbuat dari perunggu.
Memasuki ruang kedua, kita akan disuguhi koleksi gamelan lengkap untuk sebuah pagelaran wayang kulit lengkap. Menengok ke kanan, kita akan mencium bau kemenyan dan dupa yang sangat tajam. Ternyata di sudut ruang terdapat benda paling sakral yang ada di museum ini, yaitu sebuah cantik (hiasan pada kapal) bernama Kyai Rajamala.


Di seberang ruang tempat Kyai Rajamala berada, ada sebuah ruang memorial kantor K.G. Panembahan Hadiwijdaja. Ruangan ini juga tak kalah suasana mistisnya dengan ruang Kyai Rajamala, terbukti dengan ditemukannya sesaji di dalam ruangan ini.


Di ruang kedua ini, selain gamelan kita akan menemukan berbagai benda-benda khas kraton. Ada tandu untuk mengangkut sesaji, alat transportasi tradisional, koleksi uang kuno, koleksi songkok raja dan para pejabat kraton, dan berbagai benda peninggalan lainnya.


Memasuki ruangan terakhir, kita akan menemukan miniatur Menara Sangga Buana yang terletak di Kraton Surakarta dan dianggap sakral tepat di pintu masuk ruangan ini. Di sisi kiri kita akan menemukan miniatur Astana Imogiri, yaitu kompleks makam raja-raja Mataram, yaitu dari Kraton Surakarta dan Kraton Yogyakarta. Di sebelah kanan kita akan menemukan miniatur masjid agung Demak. Di bagian belakang ruang ini kita juga akan menemukan berbagai koleksi arca peninggalan Hindu. Bila kita keluar ruangan, kita akan mendapati kantor pengurus museum ini serta beberapa sisa-sisa arca.


Secara umum museum ini cukup menarik untuk dikunjungi. Walau terkesan sepi dan “singup” tetapi museum ini bisa menjadi alternatif bagi anda yang menyukai wisata budaya dan kesenian. Walau gedungnya merupakan gedung tua dan terletak di antara kemegahan gedung-gedung lain di kompleks ini, tetapi gedung ini terlihat cukup dirawat dengan baik.

 Jadi bisa dibilang mesuem radya pustaka ini merupakan tempat yang cocok bagi tempat pengajaran di luar sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, namun mungkin tidak untuk anak penyandang tuna netra, karena kekurangan mereka tidak memungkinkan mereka untuk berkunjung ke museum ini. Agar mereka mendapatkan ilmu sejarah yang penting dan tidak membosankan. Ditambah lagi museum ini hanya memiliki satu lantai jadi anak berkeburuhan khusus (misalnya tuna daksa) tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam mengunjungi meseum ini. 

Infoneosolo - Serabi merupakan makanan khas Indonesia. Ada begitu banyak jenis serabi yang bisa kita temui di sekitar kita. Mulai dari serabi kocor khas Yogya, serabi/surabi Bandung yang sempat membuat heboh, sampai serabi solo yang biasa disebut Serabi Notosuman yang sangat terkenal itu. Cara pembuatan serabi memang sangat mencerminkan kulinary Indonesia sehingga tidak heran bila serabi diklaim sebagai salah satu makanan khas Indonesia.

Disini akan dijelaskan cara membuat serabi notosuman yang sangat terkenal itu. Walaupun kita sekarang bisa membeli serabi notosuman walaupun kita tidak sedang berada di Solo, namun citarasa khas serabi ini sellau membuat orang penasaran untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Serabi Notosuman Solo :

Bahan:
  • 500 gr tepung beras
  • 250 gr gula cair
  • 750 ml santan kental matang
  • 600 cc air
  • 1/2 sdt soda kue
  • 1 btr kuning telur
  • 100 cc air pandan
  • aneka topping sesuai selera

Cara membuat:
  1. Masukkan tepung beras ke dalam baskom bersih, kemudian masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai kental.
  2. Masukkan gula cair dan soda kue. Aduk sampai rata dan diamkan selama 45 menit.Ini disebut adonan utama.
  3. Panaskan cetakan diatas api, oles permukaan cetakan dengan menggunakan minyak goreng
  4. Setelah adonan utama di diamkan selama 45 menit, maka adonan utama siap digunakan untuk membuat serabi.
  5. Masukkan 1 sendok sayur besar adonan utama sambil ditekan bagian tengah adonan supaya menghasilkan bagian pinggir yang tipis.
  6. Setelah adonan setengah matang, tuang 1 sendok sayur kecil santan kental matang, kemudian tutup.
  7. Bila ingin memberi topping, buka tutup cetakan, taburkan topping dan tutup kembali. Tunggu samapi serabi matang.
  8. Bila bagian pinggir yang tipis sudah berwarna kecoklatan, itu berarti serabi telah matang dan siap dikeluarkan dari cetakan
Berikut ini bentuk cetakan yang biasa digunakan untuk membuat Serabi Notosuman Solo :

Sumber : Carapedia.com
Infonesolo - Tauzia Hotel Management dengan bangga mengumumkan rencana Grand Opening Solo Paragon Hotel & Residences yang berlokasi di Jalan DR. Soetomo Solo, Jawa Tengah yang merupakan hotel berbintang empat yang telah hadir semenjak soft opening di bulan Agustus 2010 di kota budaya dan pariwisata tersebut.

Solo Paragon Hotel & Residence akan mengadakan beberapa rangkaian Social Activity yang rencananya akan dilaksanakan sebelum Grand Opening. Kegiatan Social Activity sekaligus sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan sekitar hotel. Solo Paragon Hotel & Residences akan mengajak warga sekitar untuk mengikuti kegiatan meliputi Kerja
bakti dan Fogging yang akan diadakan pada tanggal 15 Januari 2011. Selain itu pada tanggal 16 Januari 2011 diadakan acara Jalan Sehat dengan tema “ GET HEALTY WITH SOLO PARAGON HOTEL & RESIDENCES “ di Jalan Slamet Riyadi yang akan melibatkan sekitar 700 orang warga sekitar. Setelah Jalan Sehat, dilanjutkan dengan acara Talk show tentang pentingnya kesehatan dan yang lebih menarik ada hiburan dan Door price yang akan di bagikan setelah acara selesai kepada para peserta Jalan Sehat.

Grand Opening akan dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 21 Januari 2011 , jam 19.00 di Grand Emerald Ballroom. Acara yang akan digelar adalah sebuah Gala Dinner dengan mengusung tema ‘From Java to Paris’ dimana diarea lobi hotel akan didekorasi secara tradisional Jawa sedangkan di ballroom akan di dekorasi dengan tema kota Paris di malam hari
lengkap dengan menara Eiffel. Acara nantinya akan dihadiri pula oleh perwakilan dari Tauzia Hotel Management, perwakilan dari pemerintah daerah juga tamu-tamu penting lainnya seperti dari agen perjalanan dan para relasi bisnis.

“Tauzia Hotel Management sangat bangga bisa mengambil bagian dari super block pertama di Solo dan merupakan bangunan tertinggi di Jawa Tengah”, ujar Christophe Glass, Director Tauzia Hotel Management,” Super block ini akan menjadi landmark dari kota Solo sebagai pusat dari aktivitas berbelanja, bisnis, meeting dan juga kawasan tempat tinggal. Target
hunian dari Solo Paragon Hotel and Residences sendiri adalah di kitaran 60% pada tahun pertama.”

*****

Solo Paragon Hotel & Residences terletak hanya 20 menit dari Bandara Internasional Adi Sumarmo, dan dekat dengan pusat bisnis diantaranya adalah Solo Grand Mall dan Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan utama Kota Solo yang identik dengan atraksi kebudayaan dan pariwisatanya.

Fasilitas hotel dengan 237 kamar, termasuk 31 suite, lounge dengan live music, International Restaurant dan bar, 4 buah meeting room, dan Ballroom Utama yang dapat menampung 1500 orang, pelayanan SPA, Pusat Kebugaran dengan lapangan basket 3 on 3, Nemo Kid's Club yang ditujukan untuk anak - anak, dan kolam renang yang bergaya resort.

Seluruh kamar dilengkapi dengan LCD TV, AC, Mini Bar, fasilitas kopi dan teh, Safe Deposit, Free internet akses.
Selain berbagai fasilitas menarik di atas, tamu Solo Paragon Hotel & Residences juga dapat menggunakan fasilitas Internet ( Hotspot ) selama 24 jam di area Lobby, The Coral Restaurant , serta di semua ruang Meeting dan semua kamar.

Untuk pemesanan Kamar dan kegiatan lain, anda bisa menghubungi Solo Paragon Hotel (62-271) 7655-888, (62-271) 7655-700 atau kunjungi situs kami www.soloparagonhotel.com.

Sumber : [ Kapanlagi.com ]
Diberdayakan oleh Blogger.